Pada suatu hari, ketika saya masih berusia 5 tahun, ayah saya bertanya, “iswo, kalau udah besar mau jadi apa ??”. Dengan polosnya saya berkata, “mau jadi dokter pak !!. Biar nanti kalau bapak sakit, gak usah dibawa ke rumah sakit”. Ayah saya pun tersenyum sembari mengelus-elus kepala saya. Ya, mungkin pada saat itu, Iswo kecil melihat bahwa seorang dokter merupakan sosok yang luar biasa, sehingga Iswo kecil pun kagum dan ingin menjadi sosok tersebut. Namun seiring berjalannya waktu saya menyadari bahwa yang saya inginkan adalah menjadi seorang konsultan, sama seperti ayah saya…
Setiap orang pasti memiliki cita-cita. Begitu juga saya. Sebagai seorang mahasiswa Fakultas Teknologi Industri di Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang saat ini sudah menduduki semester 5, saya sudah harus mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan. paling tidak saat ini saya sudah memiliki cita-cita, yaitu sebagai seorang Konsultan Industri, khususnya untuk perusahaan-perusahaan manufaktur atau pabrik. Adapun definisi dari apa itu konsultan yang saya sunting dari http://nofieiman.com/2006/09/apa-itu-jasa-konsultan/ adalah sebagai berikut :
Jasa konsultasi, dalam terminologi bisnis, adalah memberikan advice kepada klien dengan imbalan sejumlah fee tertentu. Klien mereka adalah perusahaan yang membutuhkan advice dan skill yang dimiliki oleh konsultan atas permasalahan yang sedang mereka hadapi. Perusahaan klien biasanya membutuhkan expertise dan perspektif outsider yang dimiliki oleh konsultan.
Dan tugas-tugas dari seorang konsultan adalah :
Pitching
Intinya adalah menjual dan menawarkan jasa. Kegiatan ini bisa berupa menyiapkan dokumen dan meriset klien yang prospektif, menulis proposal, atau melakukan presentasi (sales pitch) kepada calon klien.
Research
Menjalankan riset sekunder terhadap klien dan industri terkait dengan menggunakan sumberdaya internal maupun sumber-sumber luar. Melakukan interview mengenai kebutuhan klien dan mendapatkan pemahaman mengenai proses bisnis perusahaan. Memfasilitasi group discussion tentang isu bisnis yang dihadapi perusahaan klien.
Analisis
Membuat permodelan dalam Excel atau menggunakan permodelan keuangan lainnya. Melakukan analisis dari data yang telah diperoleh dan model yang telah disusun. Membantu menyusun rekomendasi yang diperlukan.
Reporting
Menyiapkan presentasi final (biasa disebut “deck“) dalam slide PowerPoint. Membantu klien dan menunjukkan temuan serta rekomendasi yang telah dibuat.
Implementasi
Berperan sebagai project manager yang memastikan jalannya implementasi secara benar dalam setiap fase. Melakukan eksekusi dalam integrasi sistem dan menguji sistem yang direkomendasikan (untuk IT consulting firm). Melakukan dokumentasi dan finalisasi setelah project terselesaikan.
Administrasi
Bekerja dalam tim riset internal perusahaan ketika tidak sedang terlibat dalam project. Mengisi form untuk time tracking dan expense reports. Menulis publikasi atau hasil temuan dalam buku/jurnal. Di antara tahapan-tahapan tersebut, fase analisis adalah bagian yang paling menarik sekaligus paling sedikit memakan waktu. Tahap-tahap awal biasanya menuntut konsultan untuk bertemu klien atau menghadiri meeting secara intensif. Seiring dengan persaingan yang kian ketat, konsultan juga semakin banyak menghabiskan waktu dan sumberdaya mereka untuk melakukan kegiatan marketing.
Setelah mengetahui pengertian dan tugas-tugas dari seorang konsultan, maka penerapan yang harus saya ambil agar sesuai dengan etika adalah :
Bekerja bagus dalam tim. Sudah menjadi rahasia umum bahwa konsultan bekerja tidak sendirian. Kita bahkan harus bekerja bersama dengan staf internal dari perusahaan klien. Jelas, profesi ini bukan ditujukan bagi mereka yang senang bekerja sendirian dalam lingkungan yang tertutup. Jadi pada intinya seorang konsultan harus pandai bersosialisasi.
Multi tasking. Ibarat sistem operasi, konsultan dituntut untuk menyelesaikan berbagai tugas dan pekerjaan secara simultan. Karenanya diperlukan organizational skills dan good sense dalam menyusun prioritas. Di satu sisi kita disibukkan dengan aktivitas yang padat, tetapi di sisi lain kita juga dituntut untuk bisa menjaga keseimbangan dengan kehidupan pribadi kita.
Comfortable with quant/math. Konsultan selayaknya bisa berpikir kreatif “outside the box” di satu sisi, tetapi juga harus speak by data pada sisi yang lain. Karenanya, pengetahuan akan matematika dan perhitungan kuantitatif mutlak diperlukan. Konsultan juga harus familiar dengan software aplikasi seperti spreadsheet atau statistik.
Love school. Konsultan, umumnya, memiliki nilai bagus dalam sekolahnya. Konsultan juga harus memiliki kecintaan pada pengetahuan dan riset terkini. Seorang konsultan harus mau rajin membaca buku, jurnal, menghadiri seminar/workshop, dan mengikuti perkembangan terbaru. Hal ini akan melengkapi amunisi konsultan tersebut dalam menangani masalah klien yang kian rumit dan berkembang.
Friendship. Kita tidak harus 100% extrovert. Akan tetapi, kemampuan bergaul, baik dengan sesama maupun dengan klien, adalah wajib. Komunikasi, kemampuan presentasi, kemampuan menyampaikan pendapat, dan mempengaruhi orang lain adalah skill set yang mutlak diperlukan.
Workaholic. Umumnya konsultan bekerja sampai 80 jam per minggu ketika dihadapkan pada suatu project. Jasa konsultasi memang pekerjaan berat yang membutuhkan otak dan stamina. Jelas diperlukan komitmen, kesungguhan, dan berani berkata tidak bagi kemalasan.
Willing to travel. Konsultan biasanya sering melakukan perjalanan luar kota atau luar negeri. Karenanya, kemampuan dan pengetahuan akan bahasa/budaya/geografi daerah setempat multak diperlukan. Konsultan jelas dituntut untuk piawai dalam urusan packing, tidak phobia pada penerbangan/perjalanan jauh, dan “keberanian” untuk jauh dari anak/istri/keluarga.
Dengan tindakan-tindakan yang ada tersebut diharapkan agar saya dapat menjadi seorang konsultan yang bekerja sesuai dengan etika yang ada pada masyarakat. Yang jelas, hal terpenting dari setiap pekerjaan ataupun cita-cita kita adalah agar apapun pekerjaan yang kita lakukan tidak merugikan orang lain dan diri sendiri.