Semua orang yang tinggal di DIY pasti mengetahui tentang keberadaan jembatan layang di dearah perempatan Janti. Keberadaan jembatan layang tersebut memang sangat membantu, karena mengurangi kemacetan di daerah yang terkenal padat kendaraan tersebut. Namun, ada juga negatif dari jembatan layang tersebut, yaitu sering nya terjadi kecelakaan di daerah itu.
Pada tugas mata kuliah etika Teknik kali ini, saya akan mencoba menuliskan tentang pandangan saya terhadap fenomena yang terjadi tersebut dari dua sudut pandang. Yang pertama adalh sudut pandang saya sebagai seorang mahasiswa, dan yang kedua saya sebagai sorang turis mancanegara yang sedang berada di Yogyakarta. Tentunnya dari sudut pandang bagaimana penerapan etika yang digunakan.
Sudut Pandang saya sebagai mahasiswa.
Saya adalah seorang mahasiswa Teknik Industri Atma Jaya Yogyakarta, dan setiap hari saya melewati jembatan Janti sebagai jalur penghubung antara rumah saya dengan kampus. Selama ini saya belum pernah mengalami kecelakaan di lokasi tersebut, dan saya tidak mengigninkannya. Tetapi memang saya mendengar dari beberapa teman saya, bahwa di daerah jembatan layang janti tersebut sering terjadi kecelakaan. Menurut saya, sebagian para pengguna kendaraan bermotor di Yogyakarta, bahkan di Indonesia, belum memiliki etika dalam berkendara yang cukup baik. Misalnya, minim nya rasa tenggang rasa dan kesopanan sesama pengendara di jalan raya. Kebanyakan pengendara motor tidak memiliki rasa mengalah kepada orang lain, sehingga sering terjadi kecelakaan. Ditambah lagi di atas jembatan Janti, lampu penerangan dan rambu-rambu nya sangat kurang, sehingga menyulitkan bagi pengendara kendaraan bermotor. Dari fakta tersebut, maka memang kecelakaan sulit untuk dielakan. Ubtuk menghibdat\ri hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya sari pengendaranya sendiri lebih memperhatikan konsep-konsep etika yang ada, seperti mematuhi rambu dan saling menghormati sesama pengendara lain.
Sudut pandang saya sebagai turis mancanegara.
Saya adalah seorang turis dari Inggris, ketika saya datang berkunjung ke Indonesia, khususnya di Yogyakarta, saya sangat terkejut mengetahui bahwa angka kecelakaan di kota ini cukup tinggi, karena di negara asal saya, sangata jarang sekali terjadi kecelakaan kendaraan bermotor. Saya rasa tinggi nya angka kecelakaan di Yogyakarta disebabkan dari kurangnya pemahaman tentang etika dari setiap orangnya. Berbeda dengan di negara saya, orang-orang di negara saya cukup memiliki penmahaman etika, sehingga mereka mengerti bagaiman seharusnya seorang pengendara bersikap di jalan raya.